tren obat alami (herbal)

tren obat alami (herbal)
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Banyak hal yang dilakukan manusia agar selalu sehat, mulai mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, olah raga teratur, hiburan & rekreasi, dan yang cukup trend saat ini adalah mengonsumsi produk-produk baik makanan, minuman, suplemen ataupun obat-obatan herbal. Tingginya kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi produk-produk herbal tidak lepas dari gencarnya promosi para produsen produk herbal dan juga adanya trend masyarakat dengan pola hidup kembali ke alam (back to nature).
Jamu atau obat herbal tradisional Indonesia merupakan suatu warisan budaya bangsa Indonesia yang telah dikenal sejak zaman nenek moyang dan digunakan secara luas oleh masyarakat secara turun-temurun hingga saat ini. Penggunaan jamu adalah untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kebugaran, pemulihan kesehatan setelah melahirkan atau sembuh dari suatu penyakit, serta untuk perawatan kecantikan. Pemanfaat tanaman-tanaman obat untuk jamu atau herbal juga didukung oleh kekayaan alam Indonesia dalam hal keanekaragaman flora dan fauna, serta tradisi budaya sejak zaman dulu. Hal ini membuat Indonesia begitu dikenal di mancanegara akan produk herbal atau jamu tradisional sehingga mendorong pemerintah untuk mendeklarasikan Jamu is Indonesia’s brand.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK yang begitu pesat saat ini, berbagai penelitian tentang tanaman obat herbal menjadi perhatian besar dari seluruh penjuru dunia, baik negara-negara maju, maupun negara-negara berkembang yang terlebih dahulu telah mengenal dan menggunakan tanaman obat herbal. Seperti Cina dan Arab, dua negara yang menjadi basis pengobatan herbal tradisional yang cukup terkenal di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan munculnya penyakit-penyakit degeneratif dan munculnya penyakit infeksi baru yang terjadi dewasa ini dan belum dapat ditanggulangi secara optimal dengan metode pengobatan modern melalui penggunaan obat-obat kimia. Selain itu metode pengobatan herbal yang bersifat konstruktif (memperbaiki dan membangun bagian tubuh yang sakit atau bermasalah) dinilai lebih aman dari efek samping dibandingkan dengan metode pengobatan kimia yang lebih bersifat kuratif (menghilangkan rasa sakit atau rasa yang bermasalah).
Dilain pihak, berbagai penelitian mulai dari uji pra klinis sampai uji klinis juga dilakukan dalam pemanfaat tanaman herbal. Banyak para ahli peneliti tanaman herbal yang dapat membuktikan bahwa tanaman obat herbal dapat mencegah dan menanggulangi berbagai macam penyakit. Para praktisi kesehatan seperti dokter atau ahli farmasi juga mulai menggunakan produk-produk herbal bukan hanya sebagai produk komplementer (pelengkap) sebagai metode pengobatan pasiennya, tetapi mulai menggunakan produk-produk herbal tersebut sebagai resep utama. Fenomena ini membuat meningkatnya pemanfaatan tanaman obat herbal maupun suplemen herbal untuk mendukung kesehatan manusia serta untuk mengobati berbagai macam penyakit.







