Tentang Yakon
Yakon (Smallanthus sonchifolius) adalah tumbuhan perdu berasal dari Pegunungan Andes, Peru. Tanaman ini dapat tumbuh baik di ketinggian 1350 MDPL dan kelembapan tinggi. Lebar daun Yakon bisa sampai 30 cm, sedangkan ketinggian perdu tumbuhan ini mencapai 2 meter. Kuncup daun yang berwarna merah keunguan merupakan indikator tumbuhan ini memiliki kualitas daun yang bagus. Ciri khas lain dari Yakon adalah berumbi, batang dan daun bagian bawah berbulu tipis, serta setiap kali tumbuh daun, selalu berpasangan berhadapan.
PT Natura Alam Persada, perusahaan yang bergerak di bidang budidaya dan pemanfaatan tanaman herbal, menjadi satu-satunya perusahaan yang serius membudidayakan tanaman Yakon ini.
Bibit Yakon
Proses penanaman Yakon mulai dari bibit hingga panen pemetikan Daun pertama memakan waktu kurang lebih selama 2 bulan. Setelah itu pemetikan bisa dilakukan setiap 3 minggu sekali. Satu periode penanaman, Daun Yakon bisa dipanen sampai 10 kali pemetikan.
kuncup ungu Yakon
Standar kualitas kadar bahan berkhasiat daun yakon yang kami jaga senantiasa dalam setiap proses pembuatan produk, mengharuskan kami mengatur waktu panen tanaman. Kuncup daun berwarna merah keunguan merupakan indikasi tanaman Yakon memiliki kualitas terbaik untuk dipanen.
daun Yakon siap petik
Daun Yakon yang siap dipetik adalah Daun Yakon yang sudah besar, lebar, warna hijaunya sudah gelap, tekstur tulang daunnya sudah agak menguning, serta bulu daunnya sudah kasar. Pemetikan di setiap pohon Yakon adalah 4-6 lembar daun Yakon, serta disisakan 4 lembar daun dan 2 kuncup daun yang akan dipetik untuk pemanenan selanjutnya. Begitu seterusnya hingga pemetikan yang ke-10.
Setelah pemetikan ke-10 biasanya ditandai dengan munculnya bunga pada tanaman Yakon ini. Hal ini juga sebagai tanda produktivitas dan kualitas daun yang dihasilkan sudah berkurang, sehingga perlu diperbaharui tanamannya. Dan ketika bunga itu muncul maka Yakon siap dipanen umbinya.




