Manfaat Bekatul Untuk Menurunkan Gula Darah Pada Penderita Diabetes
Manfaat Bekatul Untuk Menurunkan Gula Darah

Diabetes mellitus atau yang sering disebut sebagai penyakit gula atau kencing manis merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk Indonesia. Hal ini sangat memprihatinkan, sebab menurut survey yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes mellitus diIndonesia sekitar 17 juta orang (8,6 persen dari jumlah penduduk) atau menduduki urutan terbesar ke-4 setelah India, Cina, dan Amerika Serikat.
Menurut data WHO, penderita diabetes mellitus di Indonesia sejak 2000 mengalami peningkatan. Meningkatnya penderita diabetes mellitus kini menjadi ancaman yang serius bagi manusia. Tahun 2030 prevalensi diabetes mellitus di Indonesia mencapai 21,3 Juta. Epidemic diabetes mellitus merupakan ancaman global. International Diabetic Federation (IDF) mengestimasikan bahwa jumlah penduduk Indonesia usia 20 tahun ke atas yang menderita diabetes mellitus sebanyak 5,6 juta orang pada tahun 2001 dan akan meningkat menjadi 8,2 juta pada 2020, sedang survey Depkes 2001 terdapat 7,5 persen penduduk Jawa dan Bali menderita diabetes mellitus. Data Depkes tersebut menyebutkan jumlah penderita diabetes mellitus menjalani rawat inap dan jalan menduduki urutan ke-1 di rumah sakit dari keseluruhan pasien penyakit dalam.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry (Maret, 2002) menunjukkan bahwa 25% dari 57 penderita diabetes yang menjadi subyek penelitian mengurangi dosis harian insulin atau obat diabetes mereka hingga 30%-60% setelah menambahkan suplemen bekatul dalam diet mereka dalam 60 hari. Magnesium pada bekatul meningkatkan kontrol glukosa darah dan membantu mencegah resistensi insulin. Bekatul juga mengandung asam alfa lipoid yang berperan penting dalam metabolisme gula pada tingkat sel, memfasilitasi konversi glukosa menjadi energi.
Para peneliti di Advanced Medical Research di Madison, Wisconsin juga menemukan bahwa pasien dengan kolesterol tinggi yang mengonsumsi 20 gram per hari suplemen bekatul dapat menurunkan kolesterol dan trigliserida antara 5% -15%.
Manfaat Bekatul
Bermula dari temuan Dr. Ernst T. Krebs, ahli Biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, yaitu orang yang pertama mengisolasi vitamin B15 dari biji aprikot, kemudian mengembangkan penelitiannya tentang vitamin B15 bukan vitamin alami dari tumbuhan, tapi sintetis (buatan). Krebs menyebut vitamin ini banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia dan vitamin ini banyak terdapat di rice bran alias kulit ari beras atau bekatul. Vitamin B15 di Indonesia sebenarnya dapat ditemukan dengan mudah, karena tersedi dengan melimpah. Akan tetepi masyarakat kurang memahami akan hal ini. Mereka malah menggunakannya sebagai pakan ternak, dan menganggap bekatul tidak ada gunanya karena sifatnya yang mudah rusak.
Bermula dari itulah banyak peneliti atau pengamat di Indonesia berusaha mencoba membuktikan kebenaran penelitian tersebut. Salah satunya adalah Letkol (Purn.) dr. Yusuf Nursalim (79), dokter pensiunan TNI AD yang masih buka praktek di Bandung. Berawal dengan melakukan penelitian semu ilmiah, dia mencobakan untuk dirinya sendiri, akhirnya dia mengetahui banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dengan mengkosumsi bekatul ini. Banyak penyakit yang dapat disembuhkan atas sarannya untuk mengkonsumsi bekatul, dengan prinsip tidak menghentikan pemakaian obat yang telah diberikan oleh dokter. Selain ini dianjurkan untuk tidak menghentikan konsumsi bekatul saat terasa penyakitnya mulai membaik seperti mengkonsumsi obat. Sangat dianjurkan sekali mengkonsumsi bekatul secara rutin agar hasil yang didapat dapat maksimal dan dapat menghilangkan berbagai penyakit degeneratif lainnya.
Manfaat bekatul untuk mencegah berbagai jenis penyakit, antara lain:
- Diabetes Mellitus (kencing manis)
- Hypertensi (tekanan darah tinggi)
- Hypercholesterolaemi (kadar kolesterol tinggi)
- Arteriosclerosis (pengapuran pembulu darah)
- Heart Infarct (serangan jantung karena penyumbatan)
- Coronair Insufficiency (gangguan aliran pembuluh darah jantung)
- Asthma Bronchiale (bengkak, asma)
- Cirrhosis Hepatis (memperbaiki fungsi hati)
- Rheumatic (encok)
- Memulihkan Libido (gairah sex) yang menurun
- Gejala sering sakit kepala, sering pusing pada tekanan darah rendah
- Gejala sering ‘berdebar jantung’ dan ‘extrasystole’
- Rasa pegal pada otot
- Mengatasi gangguan pencernaan
- Obstiopasi (sembelit)/susah buang air besar
- Peningkatan daya tahan fisik (ausdauer)
- Pencegahan kanker colon (usus besar)
- Basedov Hyperthroid (penyakit kelenjar gondok yang bekerja berlebihan)
- Penuaan dini
- Obesitas (kegemukan)
Masih banyak lagi penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi bekatul ini. Tapi saat ini jarang sekali dapat ditemukan bekatul di sekitar kita. Berbeda dengan zaman dahulu yang sangat mudah sekali mendapatkannya, karena orang-orang masih menggunakan penumbuk padi tradisional untuk dapat memanfaatkan gabah menjadi beras. Sehingga bisa didapatkan bekatul. Orang zaman dahulu pun sangat sedikit sekali resiko mengidap penyakit aneh-aneh seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan lain-lain. Mereka menganggap berbagai macam penyakit tersebut merupakan penyakit kota. Tapi saat ini semua telah berubah. Orang desa pun dapat dengan mudah terserang penyakit tersebut. Gaya hidup yang ada di kota saat ini dapat dengan mudah ditemukan di desa-desa. Menumbuk padi secara tradisional untuk mendapatkan beras juga telah hilang dan sudah digantikan dengan menggiling padi menggunakan mesin giling. Padahal hal ini dapat membuat kandungan gizi yang ada pada bekatul hilang. Sebenarnya beras yang sudah putih itu mengandung sebagian besar karbohidrat saja, dan hanya sedikit atau tidak ada sama sekali zat gizi serta vitamin yang terkandung. Zat gizi serta vitamin terdapat melimpah pada bekatul yang sulit sekali diperoleh bila padi digiling dengan menggunakan mesin penggiling modern.







