Mengontrol Kadar Gula Darah Untuk Mencegah Diabetes
Kadar Gula Darah
Kadar gula darah normalnya berkisar antara 70-150 mg/dl. Namun demikian kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan di pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia jika kondisi seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah di bawah normal.
Diagnosis diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan sebagai berikut:
- Gejala diabetes ditambah kadar gula darah sewaktu lebih dari 200mg/dl. Maksud dari kadar gula sewaktu adalah kadar gula yang darahnya diambil kapan saja (tidak memedulikan apakah Anda sudah makan atau belum)
- Kadar gula darah puasa lebih dari 126mg/dl. Puasa sebelumnya yang harus dilakukan adalah terakhir makan 8 jam sebelum pengambilan darah. Kadar gula darah 2 jam post prandial sebanyak lebih dari 200mg/dl. Maksud dari gula darah 2 jam post prandial adalah dua jam setelah menerima glukosa dalam jumlah tertentu dari glucose tolerance test.
Cara mencegah Diabetes
Fung dan koleganya melakukan penelitian pada wanita yang belum mengalami diabetes. Dalam penelitian itu mereka menemukan bahwa semakin tinggi asupan magnesium seseorang maka kadar insulin puasanya menjadi semakin rendah. Ya, sensitivitas insulin yang baik terdapat pada orang yang memiliki asupan magnesium yang tinggi pula. Menjaga insulin tetap sensitive penting karena pada sebagian besar kasus diabetes ditemukan hormon insulin yang tidak sensitive sehingga gula sukar masuk ke dalam tubuh. Hal ini didukung oleh peneliti lain yaitu Song dkk. Yang menemukan bahwa asupan magnesium yang tinggi pada wanita yang mengalami obesitas mampu menurunkan risiko terjadi diabetes mellitus tipe 2. Bagaimana memperoleh magnesium? Untuk memperoleh manfaat dari magnesium kita dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran berdaun hijau, biji-bijian utuh dan kacang-kacangan yang merupakan sumber utama magnesium.
Alasan Mengapa Anda Harus Berolahraga
Apakah Anda aktif berolahraga? Beberpa penelitian jangka panjang secara konsisten menemukan bahwa semakin aktif kita berolahraga maka akan semakin mungkin kita terbebas dari diabetes mellitus tipe 2. Olahraga membuat tubuh kita beradaptasi dengan mudah terhadap masalah yang berdampak pada penyakit kronis. Dengan berolahraga secara teratur artinya kita membantu pankreas kita (organ yang berfungsi menghasilkan hormon insulin) untuk bekerja lebih baik. Latihan fisik atau olahraga juga meningkatkan pengambilan gula darah oleh otot. Dengan demikian olahraga secara langsung atau tidak langsung berperan dalam mencegah penyakit diabetes.







